Abdullah bin Mas'ud

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Abdullah bin Mas'ud

Post  isthar on Tue Jun 15, 2010 8:01 am

Cerita tentang masuknya Abdulah bin Mas’ud ke dalam islam, beliau berkata, Adalah aku menggembala kambing kepunyan ‘Uqbah abi Mu’ith. Tiba-tiba berlalu Rasulullah bersama abu Bakar. Kemudian rasulullah bertanya, Ya Ghulam (anak kecil), apakah ada susu di kambing ini ? Aku menjawab, Ada tetapi aku hanya diamanati (ini bukan kepunyaanku) lantas Rasulullah bertanya lagi, Adakah kambing betina yang belum di dekati si jantan? Kemudian aku datangkan kambing betina kepada beliau, kemudian Rasulullah mengusap kantong kelenjar susunya, hingga keluarlah susu. antas beliau memerahnya pada sebuah wadah, kemudian beliau meminumnya dan memberi Abu Bakar. Beliau bersabda pada kantong susu tersebut, Menyusutlah kamu’. maka susutlah air susu.
Seusai kejadian itu aku datang kepada beliau. Ya rasulullah ajarkanlah kepadaku al-Qur’an. Kemudian Rasulullah mengusap kepalaku sambil mendo’akan,Semoga Allah merahmatimu, sesungguhnya kamu ini anak kecil yang mualamun (mulhamun yaitu sesungguhnya engkau anak kecil yang diilhami Allah kebaikan dan kebenaran). Dalam riwayat yang lain, Ajarkanlah kami Al-Qur’an. Kemudian Nabi bersabda, Sesungguhnya kamu adalah anak kecil yang pandai. Lantas kami mengambil 70 surat dari ucapa lisan Rasulullah.
Kepribadian beliau

Beliau adalah sahabat Rasulullah yang berbadan kurus, pendek, besar perutnya serta kecil kedua betisnya. akan tetapi ia sangat lembut, sabar dan cerdik. Abdullah termasuk ulama pandai, sehingga dikatakan sebagai al-imam al-Hibr (pemimpin yang alim, yang shalih). Faqihu al-Ummah (Fakihnya ummat). Ia termasuk bangsawan mulia, termasuk sebaik-baik manusia dalam berpakaian putih.

Ilmunya beliau melimpah ruah. Ibnu Numair pernah mendengar Rasulullah bersabda, Ambillah Al-Qur’an dari empat sahabat. Beliau memulai dengan menyebut Ibnu Ummi ‘Abd (Ibnu Mas’ud), Mu’adz bin Jabal, Ubay bin Ka’ab dan Salim budak Abu Hudaifah.

Beliau adalah sahabat yang senang dengan ilmu, baik menimba ilmu atau mengamalkannya. Sehingga dinyatakan, bahwa di awal keislamannya, yang dinginkan adalah diajari Al-Qur’an. Sehingga dalam suatau pertemuan dengan Rasuullah berkat kecemerlangan akalnya lansung bisa menimba ilmu dari lisan Rasulullah sebanyak 70 ayat. Karena senangnya terhadap ilmu, bahwa orang yang pertama kali men-jahr-kan Al-Qur’an di Makkah setelah rasulullah adalah Ibnu Mas’ud. Dan orang yang pertama kali membaca dari lubuk hatinya adalah Abdulah bin Mas’ud.

Sesungguhnya Rasululah pernah berjalan dengan Ibnu Mas’ud, sedang Ibnu Mas’ud membaca ayat satu huruf-satu huruf. Maka beliau bersabda, Barang siapa senang membaca Al-Qur’an dengan cara yang baik (merendahkan diri) sebagaimana diturunkan maka dengarkanlah bacaan Ibnu Mas’ud.

Dan masih banyak riwayat yang lain tentang pujian Rasulullah terhadap Ibnu Mas’ud.
Keistimewaan beliau antara lain

Hudzaifah berkata, Sungguh orang-orang pilihan (yang terjaga) dari para sahabat, mereka mengetahui bahwa Abdullah bin Mas’ud adalah termasuk sahabat yang lebih dekat dengan Nabi di sisi Allah, wasilahnya besok di hari kiamat. (HR.Hakim)

Rasulullah bersabda, Aku ridha terhadap ummatku terhadap sesuatu yang diridhai Ibnu Umi ‘abd (Ibnu Mas’ud). Dan aku marah terhadap sesuatu yang menjadian marahnya Ibnu Umi abd. (HR.Thabrani)

Kedua kaki Ibnu Mas’ud lebih berat dari gunung Uhud dalam timbangan hari kiamat. Dari Ali, ia berkata, Rasulullah menyuruh Ibnu Mas’ud memanjat pohon untuk mengambil sesuatu. Maka talkala para sahabat melihat dua betisnya yang kecil mereka tertawa. Kemudian Rasulullah bersabda, Apa yang kamu tertawakan ? Sungguh kaki Abdullah lebih berat daripada Gunung Uhud pada hari kiamat. (HR.Ahmad)

Beliau adalah pembawa siwak dan kedua sandal Rasulullah. Ia adalah sahabat yang membangunkan Rasulullah tatkala tidur dan mengambilkan wudlunya. Semua ini ia lakukan waktu safar.

Abdullah bin Mas’ud mendengar tasbihnya makanan.

Beliau adalah sahabat yang menyerupai Nabi dalam hal ketenangan dan Wibawanya.
Keberanian beliau

Abdullah bin Mas’ud adalah sahabat yang paling dekat dengan Nabi. Ia masuk Islam sebelum masuknya Rasulullah ke Darul arqam. Ia ikut perang Badar, Uhud, Khandaq dan perang lainnya. Semuanya dilakukan bersama Rasulullah. Pada prang Badar Rasulullah bersabda, siapa yang mau datang kepadaku dengan membawa kabar Abu Jahal ? Maka Abdullah bin Mas’ud menjawab, Saya ya rasulullah. : lantas ia pergi. tiba-tiba dijumpai dua anak ‘Afra’ telah memukul abu Jahal sehingga pingsan. Keudian Abdullah menginjak leher Abu Jahal dengan kakiknya dan ditebasnya kepala Abu Jahal. Kepala Abu Jahal kemudian dibawa ke hadapan Rasulullah dan Abdullah bin Mas’ud berkata, ”Ya Rasulullah inilah kepala Abu Jahal.” Maka rasulullah bersabda,

Allah yang tiada ilah kecuali Dia (3x). kemudian beliau melanjutkan, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah yang telah benar janji-Nya dan telah menolong Hamba-Nya, serta mengalahkan golongan-golongan. (Fathul Bari dan Zadul Ma’ad)

Beliau Wafat di Madinah pada tahun 32 H ketika terbunuhnya Ustman bin affan, dalam usia 60 tahun lebih. Yang menshalati beliau adalah Zubair bin awwam, ada yang mengatakan Ammar bin Yasir. Pada malam wafatnya, ia langsung dimakamkan di Baqi’ sebuah pekuburan di Madinah Munawarah. Semoga Allah meridhainya dan menempatkan di surga-Nya

Abd-Allah ibn Mas'ud (Arabic: عبدالله بن مسعود‎) (d.ca.652) was the 6th man who converted to Islam after Muhammad started preaching in Mecca. He was also one of the closest companions to Muhammad.
Muhammad's era
[edit] First encounter with Muhammad

According to Muslim sources, he was a child sheepherder working for Uqbah ibn Abu Mu'ayt. Muhammad was passing by him with Abu Bakr when they asked Abd-Allah to give them some milk from one of the goats. He refused because they were not his goats to give away their milk. So Muhammad asked him if there was a goat that never gave milk and he touched it instantly. The goat produced milk, so they drank milk and ibn Mas'ud asked Muhammad to teach him how to do this. Muhammad said to him (Arabic: إنك غلام معلم‎), which means you've been taught.
[edit] Life as Muslim

It was not long before Abdullah ibn Masoud became a Muslim and offered to be in the service of the Prophet. The Prophet agreed and Abdullah ibn Masud gave up tending sheep in exchange for looking after the needs of the Prophet. Abdullah received a unique training in the household of Muhammad, and it was said of him, "He was the closest to the Prophet in character."
[edit] During Rashidun Caliphates

Ibn Mas'ud held administrative and diplomatic duties under the caliphs Umar ibn al-Khattab (r.634-644) and Uthman ibn Affan (d.656). Some of his well-known disciples in Kufa included Alqama ibn Qays al-Nakha'i, Aswad ibn Yazid and Masruq ibn al-Ajda'[2].

Ibn Mas'ud is especially important for traditions on the interpretation of the Quran, having been present for many revelations.
[edit] Legacy
[edit] Sunni view

Sunnis include him in the Hadith of Learning Qur'an from four people, in which according to the hadith, Muhammad Rasool Allah said: "Learn the Qur'an from four persons: Abd-Allah ibn Mas'ud,Salim Mawla Abu-Hudhayfah, Ubayy ibn Kab and Muadh ibn Jabal. By Allah-besides whom there is none worthy of worship but Him- there is not a surah(chapter) from the Book of Allah that has been revealed but I know where it was revealed. Likewise, no surah(chapter) from the Book of Allah has been revealed but I know about whom it was revealed . And if I knew of any person more knowledgeable about the Book of Allah than myself I would have travelled to him if it was possible."

sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Abd_Allah_ibn_Mas%27ud
tambahan : http://arsipsiroh.wordpress.com/2007/01/04/abdullah-bin-masud-radhiyallahu-anhu/

isthar

Jumlah posting : 22
Join date : 23.04.10
Age : 32

Lihat profil user http://www.buzzisearch.com/se.php?name=HeryBrenx&style=1

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik